Tuesday, September 6, 2016

RUMAH POHON TOMBO BATANG

Lama tidak pulang ke rumah (baca: frekuensi bisa pulang dari Jakarta sedikit), ternyata kawasan Batang – Pekalongan, Jawa Tengah memiliki banyak tempat wisata dan tempat nongkrong baru yang kekinian. Ya, memang tak hanya kafe kekinian sekelas Coffee and Beyond, ACP, Warung Orange, The Habit, Risa Cafe dan sejumlah kafe gaul lainnya yang tentu instragam-able banget, namun kini juga bermunculan tujuan-tujuan wisata baru yang tidak lagi hanya Agrowisata Pagilaran, Pantai Ujung Negoro, Pantai Pasir Kencana dan beberapa wisata alam lainnya.


Rumah Pohon II nih :3
Kali ini, saya berkesempatan untuk berkunjung ke Rumah Pohon Tombo yang cukup happening disebut sama sepupu-sepupu saya. Seperti biasa, modal nekat. Bahkan yang tadinya yang mau kesana setidaknya 6 orang (2 orang sebagai penunjuk jalan), akhirnya cuma pergi berdua (dan kami sama sekali tidak tahu jalan kesana).

Friday, August 5, 2016

Sehari Bersama Uti Keliling (Sebagian Kecil) Kota Pekalongan

Libur lebaran kali ini saya sempatkan untuk mengunjungi tempat wisata baru dan tempat nongkrong kekinian di daerah Pekalongan dan Batang. Maklum, libur lebaran kali ini masih sedikit tepar setelah 2 minggu digeber demam.
Libur lebaran kali ini tak lupa bermain dengan rekan seperantauan, si Uti. Iya, Uti ini teman dari jaman di asrama, terus di kontrakan, sampe sekarang kosan (mayan) deket haha. Perjalanan pun dimulai dengan menjemput Uti di kediamannya di ‘Kampung Arab’ Klego. Ketemu abahnya (bapak maksudnya) yang mirip sama Ahmad Albar, ngobrol sebentar lalu kami memulai perjalanan (hahaha sok mau jalan jauh).
Soto Klego Kunawi
Jam 11 kita mulai dengan brunch di Soto Klego Kunawi. Tempat ini rekomendasi Uti dan memang sudah terkenal enaknya meski lokasinya masuk di gang kecil (gang 5) di Jalan Teratai, Pekalongan. Mengutip kata Uti, “tempat makan kalau udah didatangi etnis Tionghoa berarti udah terkenal enaknya”. Dan tempat ini tidak hanya ‘orang Jawa asli’ saja yang datang, tetapi juga ramai akan etnis Tionghoa.
Apa yang tersaji disini? Ya jelas soto khas Pekalongan yakni tauto. Ini merupakan salah satu makanan khas Pekalongan. Yang membedakannya dengan soto di daerah lain adalah penggunaan bumbu tauco di sotonya.
Pengunjung boleh memilih untuk menggunakan lontong atau nasi, daging atau jeroan atau ayam di sotonya yang disajikan dengan mangkuk kecil. Mau pelengkap? Ada gorengan sama kerupuk. Harganya terjangkau kok, nggak sampai Rp 20.000,- semangkoknya, tergantung isiannya sih hmmm.
Biar fotonya amburadul tapi rasanya enak luar biasa :3
Sayangnya kita nggak bisa terlalu lama duduk disini, karena yang mau makan alias yang ngantri banyak :3

Saturday, July 23, 2016

DEMAM POKEMON GO

Suatu siang...
“Lagi ngapain sih lo? Edan main pokemon juga.
Kenapa sih orang-orang pada gila kali ya main pokemon semua,”
teman sekantor saya berkomentar.

Just for fun aja, buat killing time kalo lagi bosen,” jawab saya.

“Tapi kan ada permainan lain, kenapa harus pokemon?
Biar kekinian lo ya,” ujar eksprod saya.

“Hahaha ngga juga sih, orang gue ga setiap waktu main kok
hahaha cetek level gue mah,” jawab saya sambil tertawa.

Mungkin percakapan demikian akan kalian dengar bagi para pemain game Pokemon Go (yang diajukan oleh teman yang tidak main tentunya haha). Ya, permainan ini memang begitu viral dalam seminggu terakhir. Padahal, aplikasinya pun belum secara resmi masuk Indonesia, yang resmi baru di Australia, New Zealand, US, Jerman, Jepang (yang paling baru sih katanya disini haha). 
Ulalaaaa nangkep Slowpoke dulu biar woles idupnya hahaha

Lalu, pertanyaannya, mengapa di Indonesia game ini sudah booming sebelum waktunya?
Jadi para gamers ini tau aja celahnya. Yang pake iOS bisa buat Apple ID di negara-negara yang udah resmi rilis (yang terdekat Australia). Nah yang pake Android, ada aja cara download-nya via apk mirror gitu deh pokonya hahaha.
Semakin viral-lah permainan ini. Di kantor, di jalan, di tempat makan, di mall, semua pada nangkepin pokemon. Bahkan ada yang nyebut, mereka adalah “generasi nunduk” alias nunduk mulu ke HP. Padahal mah kalo main nggak selalu nunduk ke hp kok -.-
Nangkep pokemon-nya pun terasa nyata (hahaha bahasanya) karena ada fitur augmented reality (AR) yang bisa membuat kita seolah menangkap pokemon di lingkungan sekitar kita. Cuma kata yang udah empunya banget di dunia beginian, ngaktifin AR lebih mempercepat habisnya baterai HP kita. Kan seru tuh, tau tau ada pokemon di meja kerja kita atau di kamar kita, lebih lucu dan menghibur kan? Hahaha.
on frame : Rahmanto Ashari
captured by : Hariasman Ragasukma
PS. as your request ya, yas? Hahaha

Monday, July 4, 2016

CELOTEH CERITA RAMADAN DAY 29 : Kue Lebaran

Woyooooo~

Selain mudik, lebaran biasanya identik dengan kue-kue khas yang hanya muncul dan tenar di saat lebaran. Yup, sebut saja nastar, kaastengels, sagu keju, putri salju, dan sejumlah cookies lainnya yang biasanya hanya muncul dan dibuat di bulan Ramadan untuk disajikan saat lebaran tiba.
Kue lebaranku tahun ini. Satu toples nastar dari ibu kos (meski namanya ditulis zakiah huff) dan satu toples (untuk saya sendiri) sagu keju buatan Happy aaaak enaaaak
Membuat kue lebaran itu langsung mengingatkan saya pada kebiasaan di rumah sewaktu saya belum merantau. Biasanya di minggu terakhir Ramadan, saya dan mama akan membuat berbagai kue lebaran seperti nastar, kaastengels dan juga putri salju. Tentu saja mama yang ngadon, saya yang bagian nyetak sama ngoles kuning telur atau menaburi keju hahaha.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...